Showing posts with label Hidupku. Show all posts
Showing posts with label Hidupku. Show all posts

Friday, February 2, 2018

My IELTS Journey


Cerita sebelumnya disini. Perhatian, siapakan cemilan untuk baca cerita ini :)


FLASHBACK

“Semoga Engkau memberikan hasil yang terbaik bagi hambaMu ini, jika memang belum saatnya, permudahlah hambaMu ini untuk ikut tes IELTS lagi, saya siap untuk belajar lagi”.

Begitulah kira-kira harapan gue setelah tau hasil IELTS pertama gue cuma dapat overall 6.0. Sedih? Iya. Galau? Iya juga. Kalau Dilan bilang yang susah itu adalah menahan rindu, gue bilang yang berat itu adalah menerima hasil IELTS di bawah ekspektasi kita.


Setelah akhirnya move on dari hasil IELTS pertama ini, akhirnya gue coba-coba buat daftar beberapa beasiswa S2 yang masih memungkinkan untuk dicoba dengan IELTS 6.0. Tepatnya tahun 2017, gue mulai coba mencari beberapa informasi beasiswa yang bisa menerima IELTS 6.0. Pada akhirnya gue mencoba 3 beasiswa yaitu AAS ke Australia, Fulbright ke US, dan KGSP ke Korea Selatan. Untuk Fulbright gue modal nekat karena sebenernya IELTS gue di bawah standar requirement. Mau tau hasilnya? Yap, benar sekali gue gagal tahap administrasi untuk ketiga beasiswa tersebut.
Tapi, ternyata Allah memberikan jalan lain untuk gue. Bersyukur rasanya mendapat kesempatan ke Korea Selatan dalam program Pertukaran Pemuda AntarNegara (PPAN 2017) yang diselenggarakan oleh Kemenpora tiap tahunnya. Di kesempatan ini, gue terpilih setelah melewati proses seleksi yang sangat panjang untuk mewakili provinsi DKI Jakarta untuk program Indonesia-Korea Youth Exchange Program 2017. Dijamin deh buat kalian yang ikut program ini kalian akan dapat keluarga baru, mengenal lebih dalam diri kalian, networking yang luas, juga ikut belajar dan mempromosikan budaya dari kedua negara tersebut.
Impian gue untuk melanjutkan S2 dengan beasiswa pun masih menyala dan sudah melangkah sejauh ini juga. Entah kenapa sepertinya memang Allah itu seperti memberi arah buat gue. Setelah berpikir panjang untuk tidak kerja kontrak dulu, akhirnya gue putuskan untuk menjalani profesi sebagai guru private matematika. Alasannya sederhana, waktunya fleksibel jadi gue masih bisa buat alokasiin belajar IELTS. Pasca kepulangan dari program di Korea, gue menyusun ulang strategi belajar IELTS secara mandiri juga mengerjakan PPA (Post Program Activity).
Sekitar bulan November 2017 gue mulai lagi belajar IELTS secara intensif. Beberapa keraguan pun muncul. Pada awalnya gue mau ikut preparation IELTS lagi di Jakarta/Pare, Kediri lagi karena gue merasa masih banyak yang harus diperbaiki untuk seluruh skill IELTS gue. Setelah mendapat masukan dari beberapa teman, akhirnya gue putuskan untuk belajar sendiri dan menjadwalkan bulan Januari 2018 untuk tes IELTS gue yang kedua. Lumayan juga kan uangnya bisa buat bayar test IELTS.
Setelah mengalami banyak pasang surut semangat, gue akhirnya bisa fokus belajar IELTS di rumah sekitar pertengahan bulan Desember 2017 karena anak yang gue ajar sedang libur sekolah selama 1 bulan. Di bulan ini pun gue mengorbankan untuk tidak pergi liburan karena budgetnya gue pakai untuk bayar test IELTS (2,9 juta coyyy,, mahal banget!). Setiap harinya gue bertapa dikamar buat simulasi dari pagi – sore kadang sampe malem.
Di mulai dari listening, reading, writing dan speaking. Untuk listening, selain simulasi gue biasanya dengerin podcastsnya British Council dan Learning English apps semuanya bisa di download via play store. Untuk reading gue biasanya cuma simulasi soalnya sih terus setelah selesai gue selalu tulis kata-kata yang gue gak tau di satu buku, setelah itu cari artinya. Gak usah dihapal, cukup luangin waktu buat baca itu 15 menit sampai dengan 30 menit secara konsisten setiap hari . Berbeda dengan writing, gue cuma mengandalkan apps nya IELTS Liz sama IELTS Writing Apps di play store. Dan speaking ini menjadi tantangan terberat gue. Walau gak ada partner buat berlatih speaking IELTS, beruntungnya gue mengajar privat yang mana kemampuan speaking murid gue jauh melebihi kemampuan gue. Jujur, gue banyak belajar dari dia, terutama masalah pronunciation karena setiap gue mispronunciation pasti dia bakal kasih tau gue. Disini gue belajar, jadi guru itu gak cuma mendidik dan mengajar, tapi juga terdidik dan belajar, asik kan? Untuk aplikasi, gue sangat merekomendasikan kalian buat download Asistant IELTS Speaking dari android karena soal-soalnya kekinian.  
Assistant IELTS Speaking, Learning English and Podcasts BC ( Apps Berfaedah)

IELTS Writing and IELTS Liz (Apps Berfaedah)

Setelah merasa yakin untuk retake IELTS, gue putuskan untuk mengambil test tanggal 20 Januari 2018, mundur 1 minggu dari rencana awal gue. Berbekal browsing pengalaman orang test IELTS, fasilitas audio adalah salah satu hal yang sangat gue perhatikan. Maklum gue gak mau permasalahan audio hadir lagi di test IELTS gue. Dan akhirnya plihan gue jatuh di British Council Jakarta (BC). Ada beberapa alasan kenapa gue ambil di BC. Pertama, lokasinya di hotel yang pasti punya audio yang bagus. Kedua, venue hotel nya ada yang di Jakarta Pusat tepatnya di Hotel Millenium Kebon Sirih, gak terlalu jauh dari rumah gue di Jakarta Barat. Dengan berat hati, pada tanggal 5 Januari 2018, 2.9 juta gue bayar buat test ini.
H-5 sebelum test gue udah berhenti buat belajar IELTS. Hal ini juga karena temen Korea gue mau datang ke Jakarta dan stay selama 2 hari. Akhirnya, gue pun ngajak temen gue ini buat jalan-jalan ke Monas, Kota Tua dan icip-icip kuliner juga. Gue pun merasa sudah engga ada beban buat test IELTS. Tapi, permasalahan lainnya pun muncul.
Tau gak, H-2 test mata kanan gue bengkak, berair, nyeri, dan kaya orang bintitan atau jerawat di mata gitu. Ini kayanya gue iritasi debu deh soalnya abis ngenterin temen korea gue ke airport ada debu masuk ke mata gue gitu. Rasanya gue pengen cancel test IELTS gue, tapi gak bisa. Mata kanan gue memang sangat sensitif banget karena udah beberapa kali juga sakit mata.
Hari tes pun tiba …
Satu hal yang melintas di pikiran dan hati, gue ikhlas apapun hasilnya nanti. Dengan kondisi mata bengkak, merah, berair dan nyeri gue menghadapi test IELTS sekitar kurang lebih 3 jam. Rasanya? Gak usah dibayangin, mau nangis rasanya. Lagi-lagi Allah sepertinya memudahkan gue dalam semua tes tulis. Entah kenapa gue bisa fokus mengerjakan soal listening dan readingnya dengan kondisi sakit seperti itu. Begitupun dengan writing, gak ada beban sama sekali. Bahkan di reading dan writing gue masih punya waktu 5 menit buat cek kembali jawaban. Sekitar jam 12.30 tes tulis pun selesai. Merasa sedikit plong rasanya. Setelah selesai sholat Zuhur gue kembali ke venue untuk tes speaking karena dapat tes jam 13.50. Di test speaking gue sangat merasa down karena gue dapet examiner yang aksen Britishnya kental banget plus ekspresi yang datar. Dan ada satu pertanyaan dimana gue salah tangkap untuk menjawab, tapi dengan baik hati, examinernya langsung meluruskan pertanyaannya. Selesai sudah seluruh rangkaian tes IELTS dan gue masih khawatir dengan nilai speaking gue di bawah 6.
Setelah 13 hari berselang, tepatnya hari ini gue dapat email dari BC kalau Test Report gue sedang dalam pengiriman via kurir dan hasil IELTS bisa di akses di web BC secara online (hari ini udah sampai aja hasilnya di rumah, cepet banget). Hasilnya, Alhamdulillah perjuangan selama 1.5 tahun buat IELTS bisa juga dpt overall 6.5 dengan tidak ada skor di bawah 6. Ini bukan skor yang tinggi, tapi setidaknya cukup untuk mendaftar beasiswa juga kampus. Rasanya sangat tidak mungkin untuk mendapat skor segitu, lagi-lagi Allah maha baik.
Hasil IELTS kedua


Panjang sekali jalan cerita IELTS ini. Yakin deh, Allah itu gak akan membebani umatnya diluar batas kemampuan dirinya. Jadi solusinya, ya terus memantaskan diri dan selalu berhusnuzon kepada sang maha pencipta. Semoga ini bisa jadi awalan yang baik untuk tetap memperbaiki diri.
“Kalau kamu menginginkan mutiara di dasar laut, ya kamu juga harus berani untuk menyelam ke dasar laut”

Setiap orang yang saat ini berhasil, dulunya juga pernah gagal kok. Yang dibutuhkan hanya konsistensi dan kesabaran atas apa yang kita lakukan”

Satu nasihat dari Imam Syafi’I yang sangat gue suka:
“Pergilah kau kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang”
Beberapa tips ala gue sebelum test IELTS:

  • Banyakin piknik keluar atau sekedar jalan-jalan biar di hari H test gak terlalu tegang
  • Jaga kesehatan badan. Kalaupun sakit, motivasi diri untuk tahan sakitnya untuk beberapa jam ketika tes
  • Batasi sumber belajar IELTS, karena kalau terlalu banyak akan buat bingung sendiri
  • Download aplikasi-aplikasi berfaedah di smartphone mu setidaknya ketika kamu punya waktu luang di jalan bisa tetap review sekaligus belajar
  • Buat strategi dan atur waktu belajar
  • Pilih tempat test yang kira-kira punya fasilitas mendukung
  • Dikala sedang bosen, mumet, galau, down sering-sering baca blog orang deh tentang perjuangannya dapatin skor IELTS. Dari situ kita banyak belajar dan semakin belajar kalau kita tidak sendiri. Banyak lho yang sampai test IELTS sampai 3-5x
  • Berusaha ikhlas setelah maksimal belajar
  • Doa dan minta restu orang tua


Sunday, October 5, 2014

Jejak Karbon Ku

Bertempat di Hotel New Ayuda, saya bersama dengan 19 alumni YFCC (Youth For Climate Camp) lainnya berbagi pengalaman apa yang telah dilakukan pasca mengikuti YFCC. Sangat terkesima ketika mendengar pengalaman dan aksi yang telah dilakukan oleh teman-teman lainnya. Hal tersebut tentunya menjadi sebuah motivasi bagi saya sendiri untuk bisa lebih banyak aksi yang dilakukan untuk lingkungan. Selanjutnya, materi pertama di awali dengan topik Kalkulator Karbon yang dibawakan langsung oleh mba Deby Natalia.

Kalkulator Karbon
Semakin tingginya emisi gas rumah kaca menjadi sebuah kekhawatiran tersendiri bagi kehidupan manusia dan lingkungan kedepannya. Hal ini tentunya diperlukan adanya sebuah alat/aplikasi untuk dapat mengetahui emisi gas yang telah dihasilkan oleh kegiatan manusia sehari-hari. Dengan mengetahui jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dapat memberikan pengetahuan baru kepada individu untuk merubah gaya hidup yang lebih berwawasan lingkungan. Semua gas emisi rumah kaca yang dihasilkan tersebut dikenal sebagai jejak karbon. Jejak karbon adalah jumlah emisi gas rumah kaca yang dilepaskan oleh pribadi atau kelompok dalam melakukan kegiatan per periode. Diantara gas rumah kaca yang dimaksud adalah CO2, CH4, N2O, HFCs, PFCs, SF6.

Manfaat Perhitungan Jejak Karbon
Perhitungan jejak karbon memiliki beberapa keuntungan seperti dalam bidang lingkungan dan bisnis. Di bidang lingkungan, penghitungan jejak karbon berfungsi sebagai identifikasi potensi dan kontribusi bagi penurunan emisi CO2 juga sebagai tolak ukur (benchmark) bagi efisiensi. Di bidang bisnis, manfaat penghitungan jejak karbon juga sebagai alat penghematan energi dan biaya operasional, keuntungan marketing, juga mengantisipasi trend bagi sektor industri pariwisata dan industri lainnya. Sudah saatnya, kita mengetahui berapa besar emisi gas yang telah kita sumbangkan saat ini. Dari hal tersebut, DNPI membuat aplikasi online sebagai tool untuk menghitung emisi gas yang kita hasilkan sehari-hari. Cek di kalkolator.dnpi.go.id untuk mengetahui berapa jejak karbon yang anda hasilkan setiap harinya.
Rumus menghitung jejak karbon yaitu:
Jejak karbon= Faktor Emisi x Satuan Aktivitas
Faktor emisi: besaran emisi GRK yang dilepaskan ke atmosfer per satuan aktivitas tertentu. diantara faktor emisi tersebut adalah pembangkit listrik, dan pengoperasian kendaraan bermotor.
Jejak karbon memiliki beragam jenis. Diantara jenis-jenis jejak karbon yaitu jejak karbon organisasi, jejak karbon aktivitas,dan jejak karbon produk. Setelah mengetahui jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas kita masing-masing, kita dapat mengurangi jejak karbon tersebut dengan beberapa cara yaitu manajemen energi dan pengelolaan lingkungan, menggunakan makanan dan produk lokal, mengelola limbah, dan  menanam pohon.
Latihan Soal:
1.      Pemakaian listrik 400 kWh per bulan.
2.      Pemakaian kendaraan kendaraan pribadi ke kampus.
3.      Sampah 1000 liter/ tahun.
Jawab:
1.      Emisi yang dihasilkan pada Pemakaian listrik 400 kWh per bulan adalah 0.823 kgCO2/kWh x 400 kWh = 329,2 kgCO2.
2.      Disesuaikan dengan jarak tempuh ke kampus dalam km

3.      Emisi yang dihasilkan dari sampah adalah 0.075 kgCO2/liter x 1000 liter = 75 kgCO2

HASIL TOTAL EMISI PRIBADI 
Emisi Listrik
Dengan menggunakan aplikasi online DNPI, yakni kalkulator karbon saya menghitung berapakah total emisi yang saya hasilkan. Dari penghitungan tersebut di dapat bahwa emisi listrik total (keluarga) yang dihasilkan adalah:
145.82 kgCO2/ bulan dengan kata lain emisi listrik yang saya hasilkan adalah 145.82 kgCO2/ 6 orang = 24.03 kgCO2/ bulan. Maka emisi listrik pertahun yang dihasilkan adalah 24.03 x 12 = 288 kgCO2.
Emisi BBM
Setelah dihitung emisi BBM yang dihasilkan oleh keluarga saya adalah 7.70 kgCO2/bulan, maka untuk pertahun emisi BBM yang dihasilkan adalah 7.70 kgCO2 x 12 = 92.4 kgCO2/tahun
Emisi Sampah
Setelah dihitung emisi sampah yang dihasilkan yaitu 24 kgCO2/ bulan. Maka untuk pertahunnya yaitu 24 kgCO2 x 12 = 288 kgCO2
Emisi Transportasi
Setelah dihitung emisi transportasi yang saya hasilkan adalah 22.57 kgCO2/ bulan. Ini berarti emisi transportasi yang saya hasilkan selama setahun yaitu 22.57 kgCO2 x 12 = 270.84 kgCO2
Serapan Emisi
Tidak ada serapan emisi

TOTAL EMISI:
 228 kgCO2 +92.4 kgCO2 +288 kgCO2 +270.84 kgCO2 = 879.24 per tahun
879.24 / 12 = 73.27 kgCO2 per bulan

v  Dari penghitungan tersebut dapat dijadikan bahan refleksi kita bahwa setiap orang meninggalkan jejak karbon yang ikut andil mempercepat perubahan iklim dan global warming. dapatkah kita bayangkan jika 1 orang menhasilkan 73.27 kgCO2 karbon perbulannya berapa banyak emisi gas yang dihasilkan oleh manusia di Indonesia? apalagi di dunia? Untuk itu, yuk kita ubah seni hidup kita kearah berwawasan lingkungan ....


Sunday, June 8, 2014

Ketika Mimpi Itu Datang dan Berbicara

Apakah kalian memiliki mimpi?
Apa mimpi-mimpi yang ingin kalian capai?
Sudahkah kalian menulis mimpi-mimpi itu?

Memiliki banyak mimpi, itulah saya. Mimpi-mimpi yang mungkin dianggap orang sebagai sesuatu yang tak mungkin terjadi dalam hidup seorang anak kampung yang sederhana.

Memiliki tekad dan semangat yang tinggi, itulah saya. Seseorang yang haus akan pengalaman dan ingin keluar dari zona aman yang ada.

Memiliki banyak mimpi, bersiaplah untuk kegagalan juga. Karena tak semua yang kita impikan akan terjadi. Dan yakinlah apa yang terjadi adalah sesuatu yang terbaik bagi kita dan dibutuhkan juga.

Tahukah kalian akan kekuatan mimpi? Yaitu ketika mimpi-mimpi itu datang dan berbicara silih berganti.


Akhir tahun 2013, akhirnya saya beranikan diri untuk menuliskan semua impian dan harapan yang akan saya capai di tahun 2014. Sekitar 45 impian dan harapan pun telah saya tuliskan.

Beberapa impian dan harapan pun nyatanya tak kunjung terjadi. Kegagalan pun silih berganti datang. Dan yang bisa saya lakukan adalah tetap semangat, tetap berusaha, dan berdo’a.

Luar biasa. Hingga pada akhirnya, sebuah mimpi itu pun datang. Mimpi yang tak pernah saya duga sebelumnya yakni menjadi salah satu finalis Abang None Jakarta Barat. Mimpi sekaligus kado terindah di umur 21 tahun ini.

Bukanlah hal yang mudah untuk mewujudkan impian tersebut. Banyak hal yang sudah saya korbankan untuk mewujudkan impian tersebut, seperti tidak mengikuti tahap kedua seleksi pertukaran pemuda pada program Jakarta Sister City ke Berlin yang merupakan impian saya di tahun 2014 dan meninggalkan sesaat proposal skripsi.

Waktu, tenaga, dan materi pun telah saya korbankan demi mewujudkan impian itu. Mengikuti seleksi dan karantina selama 1 ½ bulan merupakan hal baru bagi hidup saya. Memang untuk meraih apa yang kita inginkan akan selalu ada pengorbanan yang harus dilakukan. Itulah faktanya.

Tapi saya senang, ternyata apa yang saya korbankan berbuah manis. Memiliki pengetahuan baru, pengalaman, dan teman baru merupakan suatu hal yang tak ternilai harganya.

Saya yakin, mungkin satu mimpi ini merupakan sebuah pintu utama untuk dapat memasuki pintu mimpi-mimpi lainnya. Yakinlah, Allah maha mengetahui apa yang kita butuhkan …

“tulislah semua mimpi-mimpimu yang berserakan, lalu wujudkan”
by: Abdul Hasan Al Asyari





Tuesday, December 31, 2013

Good Bye 2013, and Assalamu'alaykum 2014

Selasa, 31 Desember 2013
Pukul 19.20 WIB

Seperti dipenghujung akhir tahun yang lalu, biasanya gue hanya berkumpul dengan keluarga di rumah. Bedanya tahun ini, abang gue membuat acara keluarga besar dengan membeli ayam bakar untuk di santap bersama. Di tengah kemeriahan malam ini, gue menyempatkan diri untuk merefleksikan segala hal yang telah gue lakukan dan gue raih di tahun 2013.

Tahun 2013 itu tahun penuh pencapaian bagi gue. Tahun dimana gue bisa melihat mahasiswa dari universitas lain yang sangat menginspirasi bagi gue. Di tahun ini juga, gue mulai mengenal dunia luar, keluar dari zona aman gue sebagai mahasiswa yang pada awalnya hanya berorientasi pada sisi akademik saya. Beberapa pencapaian di tahun 2013 ini membuka kunci gue untuk menjadi peserta dan delegasi dalam beberapa acara nasional. Bukan perkara yang mudah memang. Setelah sebelumnya gue sering gagal beberapa kali untuk ikut di acara-acara nasional. "Satu pintu telah terbuka, maka pintu-pintu yang lain akan terbuka.. Insya Allah".

Syukur, Alhamdulillah atas segala kesempatan yang telah Allah berikan. Kesempatan yang sangat berharga untuk menambah pengalaman, wawasan serta teman-teman dan keluarga baru dari seluruh Indonesia. Banyak sekali yang gue rasakan. Disini gue belajar, bahwa menjadi mahasiswa tak hanya sekedar kuliah. Disini juga gue sadar sejauh mana kemampuan gue jika dibandingkan dengan mahasiswa-mahasiswa lain. Sangat senang di tahun 2013 ini,,,,

Tahun 2013 itu .....
- Menjadi peserta dalam beberapa acara nasional, seperti: Youth Environmental Leader Summit, Youth Camp Indonesia Berseru, Youth for Climate Camp, dan Indonesia Entrepreneur Camp.
- Untuk pertama kalinya gue Pergi ke Surabaya untuk menghadiri acara YELS dengan naik kereta dan menghabiskan waktu sekitar 14 jam.
- Untuk pertama kalinya juga gue ikut serta menanam mangrove di Pantai Kenjeran.
- Untuk pertama kalinya juga makan Pentol (mirip cilok), cemilan khas Surabaya.
- Untuk pertama kalinya juga, selama gue kuliah merasakan kemacetan luar biasa sehingga gue sampai rumah jam 1 pagi.
- Untuk pertama kalinya, gue menjadi guru dalam rangka praktek PPL di sekolah dan bertemu dengan anak-anak yang seru dan luar biasa.
- Untuk pertama kalinya gue ikut mengkampanyekan hari pangan sedunia di Bundaran HI.
- Untuk pertama kalinya juga gue pergi ke Malang dan menghabiskan waktu 18 di dalam kereta.
- Untuk pertama kalinya juga gue ke ITS dan UniBraw.
- Untuk pertama kalinya juga gue ikut seleksi Youth Exchange Program dan gagal pergi ke Seoul nya.
- Untuk pertama kalinya gue nyanyi di depan umum, dan interview dengan bahasa Inggris, haha
- dan masih banyak lagi ,,, Haha

Di penghujung tahun ini, banyak hal yang ingin gue tingkatkan. Masih banyak hal yang ingin gue gapai. Walau beberapa impian gue telah tercapai di 2013 tetapi masih banyak juga kegagalan yang  gue alami, masih banyak impian gue yang masih disimpan oleh Allah. Kini, gue sudah menuliskan beberapa impian-impian gue di tahun mendatang yakni 2014 yang akan lebih berwarna. Semoga Allah senantiasa memudahkan kita dalam menggapai impian kita ,, Hamasah ^^



Monday, December 16, 2013

One of Unforgettable Moments in This Year

Senin, 16 Desember 2013


Mungkin ini adalah sebuah hadiah dari Allah kepada saya di tahun ini. Bertemu dengan anak-anak yang memiliki karakter unik, dan memiliki talent yang luar biasa.

Semester 7 merupaka semester yang bisa dikatakan 'padat' dibandingkan dengan semester sebelumnya. Padahal semester 7 ini saya hanya mengambil kuliah 10 sks saja. Logikanya waktu saya banyak yang luang. Tapi faktanya tidak demikian. Sedikit curhat, semester ini saya harus bisa menentukan prioritas juga mampu membagi waktu. Mungkin yang lain pun merasakan hal yang sama. Semester ini saya dihadapkan dengan satu mata kuliah pilihan, satu mata kuliah mengulang, SPS (Seminar Pra Skripsi) dan PKM (Praktek Keterampilan Mengajar) (re: dulu bernama PPL) di sekolah.

Pertempuran pun dimulai. Semester ini yang sangat menguras hati adalah mata kuliah SPS dan PKM. Di satu sisi saya harus mengajar di sekolah selama dua hari, dan di satu sisi saya harus mengejar proposal skripsi saya. Di mata kuliah PKM ini saya sekelompok dengan teman-teman yang kece, sebut saja Dedy, Inez, Nanda dan Rinanti. Ya, saya bersatu menjadi sebuah kelompok dengan mereka karena domisili tempat tinggal saya pencilan sendir di Jakarta Barat. Akhirnya saya pun ikut bergabung dengan kelompok anak-anak Jakarta Selatan yang saya pikir lebih dekat dari Jakarta Barat. 

Sungguh beruntung mungkin kelompok kami. Diantara kelompok PKM yang ada di kelas, hanya kelompok kami yang bisa PKM di SMA yang lainnya di SMP. Sampai akhirnya, kelompok kami mendapatkan tempat PKM yang beralamat di Jl. Salemba No. 18 yaitu SMA N 68 Jakarta. Seminggu pertama kami melakukan observasi di sekolah. Singkatnya, saya mendapat kelas XI IPA 3 sebagai kelas yang saya ajar dalam PKM ini.

Saya ingat, pertama kali masuk kelas ketika pesantren kilat pada bulan puasa. Ketika itu saya diminta untuk menyampaikan materi yang diberikan oleh panitia. Saya belum bisa mengenal mereka semua dikarenakan hanya sedikit yang masuk, itupun sudah digabung dengan kelas lainnya.

Sampai tiba waktunya, saya pun masuk ke kelas XI IPA 3 ditemani dengan guru pamong saya, Bu Nagiah. Ya seperti kebanyakan orang ketika memasuki lingkungan baru masih sangat kaku belum membaur dengan lingkungan tersebut. Ketika itu saya belum mengajar melainkan melihat kondisi kelas dan guru pamong yang sedang mengajar. And this is my turn. Waktunya saya untuk praktek mengajar di kelas pertama kalinya. Satu hal yang saya dapat, mengajar di kelas sangatlah berbeda ketika kita mengajar di lembaga bimbel ataupun privat. Kita dihadapkan dengan puluhan siswa yang bermacam-macam.

PKM ini merupakan sebuah proses. Masih sangat banyak kekurangan dalam mengajar saya. Baik dari segi materi dan pengelolaan kelas. Agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik tentunya kita harus bisa mengenal siswa-siswanya satu sama lain. Disinilah saya bisa mengenal 36 anak-anak yang luar biasa. Selain mengajar di XI IPA 3 saya juga diminta oleh pamong mengisi di XI IPA 2 dan XI IPA 4. Namun karena perubahan jadwal sekolah yang beberapa kali berganti akhirnya kelas yang saya pegang adalah XI IPA 3 dan XI IPA 4.

XI IPA 3 dan XI IPA 4 adalah dua kelas yang istimewa. Banyak karakter dan keunikan yang ada di dalam kelas tersebut. Saya sudah berusaha memberikan yang terbaik dalam PKM ini. Tentunya masih banyak kekurangan ketika saya mengajar. Saya yakin suatu nanti kalian semua akan menjadi anak-anak yang sukses. Terus belajar dan raihlah impian kalian.

Ada sedikit warna tambahan dalam PKM kali ini bagi saya. Itu semua karena soundcloud saya. Jika saya ingat-ingat tentunya akan membuat saya tertawa sendiri dengan kejadian-kejadian yang melibatkan account soundcloud saya. Entah kenapa account soundcloud saya bisa ketahuan.

PKM bukan hanya sekedar silabus, RPP, PPT, Analisis SK KD, dan Program Semester dan Tahunan. Akan tetapi PKM memberikan secercah warna baru bagi hidup saya. Bisa mengenal, mengajar, dan kadang tertawa dan bercanda bersama kalian semua. Dan tentunya menjadi pengalaman yang tak dapat dilupakan.

Tidak cukup kiranya menulis semua kenangan yang ada selama kurang lebih 5 bulan. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan yang telah saya perbuat selama ini. Semoga kalian dimudahkan dalam menuntut ilmu. Terima kasih untuk segalanya. Sukses untuk kalian semua ya ...

Kesan dan Pesan dari salah seorang anak XI IPA 3:
Kak abul itu ..
"Orangnya asik. Orang yang ngajar dengan ciri khas yang bisa dibilang lucu. Apalagi kalau menghadapi soal yang rumit. wkwk.. Guru yang mempunyai banyak kelebihan tetapi malu untuk menunjukkannya. Terima kasih ya ka sudah memberi inspirasi secara gak langsung dan terima kasih atas jasanya yang telah mengajar di XI IPA 3. Dan semoga ka Abul bisa ngebolang ke luar negeri. Aamiin .."

Jujur saya terharu bacanya, terima kasih ya ...

 *untuk mendapatkan foto ini harus nyanyi dulu -__-

 *kenang-kenangan dari Marsha.

*teman seperjuangan PKM





Friday, August 9, 2013

Ramadhan, How I wish you were always near.


Waktu terus berdetak. Detik demi detik berjalan. Menit demi menit berlari. Jam demi jam berlalu. Sungguh tak terasa bulan Ramadhan telah meninggalkan kita semua. Ramdhan telah pergi dengan segala suka cita. Ramadhan telah pergi dengan segala keindahannya. Ramadahan telah pergi dengan segala kemuliaanya. Oh Ramadhan, How I wish you were always near.

Sudah 20 kali Ramadhan datang dalam hidupku. Sudahkan saya maksimal untuk menyambutnya? Sudahkan saya maksimal untuk mengisinya? Sudahkah saya? Rasanya sangat tidak maksimal untuk melakukan semuanya.Semoga Ramadhan masih memperbolehkan ku untuk bertemunya ditahun yang akan datang. Aamiin..

Ramadhan sungguh indah. Ramadhan begitu baik kepadaku. Kebersamaan, berbagi, silaturahim, dan kebahagian semuanya terpancar di bulan nan mulia ini. Kini Ramadhan mungkin berharap agar kita semua menjadi para alumni yang senantiasa memperbaiki diri di dalam hidup kita, tak hanya pada Ramadhan. 

Kini Ramadhan telah berganti menjadi Syawal. Syawal datang dengan penuh kegembiraan. Syawal datang dengan lembaran putih nan suci. Berharap Syawal menjadi teman pertama bagiku untuk melangkah maju dan lebih baik. Teman yang dapat menuntun dan mengajak ku ke jalan yang benar. Semua tebaran kesalahan terasa terbang jauh dan hilang ditiup oleh angin maaf yang sejuk.

Happy 'Ied Mubarok Everyone..
Mohon Maaf Lahir dan Batin atas segala kesalahan yang pernah saya buat..

Abul Hasan Al Asyari

Sunday, July 21, 2013

Teruntukmu Sahabatku



Sahabat..
Terima kasih telah menerimaku dengan segala kekurangan
Terima kasih telah memberikanku canda, tawa dan kebahagian
Terima kasih telah mengisi waktu hidupku
Terima kasih telah memberikan warna dalam diriku

Sahabat, 
Maafkan aku 
Mungkin aku belum sempurna untuk menjadi sahabatmu

Sahabat,
Aku merindukanmu
Andai waktu nanti akan memisahkan kita
Aku ingin kita bersama
Bersama dalam suka dan duka

Sahabat..
Terima kasih telah memberi pengalaman hidup bagiku
Tuhan, sungguh aku sangat beruntung memiliki sahabat seperti kalian
Teruntukmu Sahabatku ....















Saya, TransJakarta, dan Sekolah

Haloo....
Sudah lama tak mengunjugi blog ini...
Oke, kali ini saya akan menulis mengenai pengalaman pertama saya yang berjudul "Saya, TransJakarta, dan Sekolah"

Setelah sekian lama tak merasakan dunia persekolahan, ini adalah pengalaman saya mulai memasuki fase baru di sekolah. Walau bukan di sekolah tempat saya belajar dahulu, kali ini saya berkesempatan untuk merasakan pengalaman ke sebuah sekolah menengah atas negeri yang berada di jalan Salemba, Jakarta Pusat.

Ada yang bisa menebak?

Kembali ke sekolah kali ini memiliki peran yang berbeda. Kalau sebelumnya saya menjadi seorang siswa, kali ini saya akan menjadi "Seorang guru". Ya, guru. Hal ini dikarenakan semester ini saya mengambil mata kuliah yang bernama PKM ( Praktek Keterampilan Mengajar) atau biasa orang kenal dengan PPL. Untuk di universitas saya sendiri, bagi mahasiswa angkatan 2010 sudah tidak lagi menggunakan PPL yang memiliki bobot 4 sks akan tetapi sekarang sudah berganti nama menjadi PKM yang berbobot 2 sks.

Tepatnya, Senin, 15 Juli 2013
Ya, hari ini merupakan hari pertama masuk tahun ajaran baru di sekolah - sekolah. Hari ini juga merupakan kunjungan saya beserta teman-teman kelompok saya untuk ke sekolah tempat kami PKM untuk diberikan arahan lebih lanjut dari pihak sekolah. Setelah berdiskusi yang panjang, akhirnya kami putuskan untuk bertemu di sekolah jam 06.30. Dikarenakan rumah saya cukup jauh dari sekolah, akhirnya saya putuskan untuk berangkat pukul 05.00. Cukup pagi bukan?

Kalau dihitung lama perjalanan berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, maksimal 1,5 jam saya pasti sudah sampai di sekolah. Dengan menggunakan transportasi umum TransJakarta atau biasa anak gaul menyebutnya TJ, saya berharap akan sampai di sekolah tepat waktu. Ya, walau sebenarnya saya tahu beberapa pengalaman yang cukup tragis telah saya dapatkan selama 3 tahun menjadi pengguna TJ ini. Pernah saya pulang jam 00.30 pagi itu pun atas bantuan naik ojek juga dikarenakan banjir. Pernah juga ketika duduk dibelakang tiba-tiba keluar asap dan bunyi ledakan yang cukup mengagetkan penumpang. Pernah juga menunggu TJ sampai 1,5 jam dalam antrian yang tak berperikemanusiaan. Tapi, saya tetap menggunakan TJ dikarenakan jika dibandingkan angkutan umum lainnya, saya kurang suka. Jelas, di dalam TJ tidak ada orang yang merokok. 1 hal sayang saya sangat tidak suka adalah rokok apalagi asapnya. Selain itu, TJ itu tertutup sehingga kecil kemungkinan udara kotor dari luar masuk ke dalam. Dan yang terakhir, TJ ada AC/pendingin  juga walau dibeberapa armada masih banyak yang AC nya rusak bahkan mati. Semoga kedepannya fasilitas dan pelayanan TJ semakin baik dan menyeluruh ke semua koridor.

Kisah kali ini dimulai dari TJ yang saya tumpangi berjalan sangat lambat sekali. Awalnya saya merasa ada yang aneh dengan TJ yang saya tumpangi. Dan benar sekali, ternyata TJ yang saya naiki tiba-tiba mogok. Padahal baru beberapa shalter udah mogok. Rasa kekhawatiran telat pun datang. Sekitar 5-7 menit menunggu kedatangan TJ lainnya agar kami (semua penumpang) bisa pindah ke TJ tersebut. Alhamdulilah, akhirnya pindah TJ juga. Baru berjalan 1 shalter, TJ yang saya naiki mogok lagi... Ya, benar-benar cobaain ini di hari pertama saya menuju ke sekolah. Akhirnya, saya beserta penumpang lain pun menunggu kedatangan TJ lain untuk mengangkut kami. Sekitar 5 menit akhirnya saya bisa pindah ke TJ yang lain. Rasa kekhawatiran pun sedikit mereda.

Kekhawatiran telat itu pun muncul lagi setelah di sekitar daerah indosiar-> jelambar terkena macet dikarenakan banyak mobil yang mengantarkan anak-anaknya ke sebuah sekolah. Dan kemacetan pun tak dapat dihindari. Saya berfikir, apa jadinya setiap anak sekolah di daerah tersebut selalu diantar menggunakan mobil pribadi? bisa dibayangkan?

Akhirnya sekitar jam 06.30 saya sampai di Harmoni, jantungnya shalter TJ. Ya saya telat. Namun semoga ketelatan saya tidak terlalu lama. Alhamdulillah tak begitu lama TJ jurusan PGC pun datang. Dan kemacetan pun saya dapatkan kembali. Penyebabnya sama, banyak mobil yang parkir di bahu jalan karena parkiran sekolah yang tak mencukupi. Apalagi hari ini merupakan hari pertama ke sekolah setelah libur panjang. Akhirnya, beberapa detik lagi saya akan sampai ke shalter yang saya tuju. Karena saya duduk di belakang, otomatis saya tinggal menunggu pintu TJ yang dibelakang terbuka. Ketika menunggu pintu itu terbuka,........................
TERNYATA PINTU BELAKANGNYA GAK TERBUKA. Inilah yang dinamakan sudah jatuh tertimpa tangga juga. Akhirnya saya harus turun di shalter selanjutnya dan putar balik. Dan, sampai juga di sekolah jam 07.10 wib. Great! telat 40 menit.

Ketelatan ini mengakibatkan saya tidak bisa mengikuti upacara di sekolah tersebut. Sampai di sekolah banyak sekali media televisi yang akan meliput "Launcing Kurikulum Baru 2013" di sekolah tersebut. Malu rasanya, memberi kesan pertama yang tidak baik, terutama bagi diri saya sendiri. Setelah menunggu upacara, saya pun bertemu dengan teman kelompok saya. Saat itu juga kami menunggu pengarahan yang akan diberikan oleh pihak sekolah. Dan agenda pertama di sekolah ini selesai jam 12.20. Alhamdulillaaaaaaaaaaaaaah :D

" Ujian dan cobaan itu pasti ada. Tak ada yag tahu kedatangannya. Tapi, Allah tidak akan memberikan cobaan kepada suatu kaum melebihi batas kemampuannya"

Intinya, dalam keadaan apapun harus kita bersyukur.Inilah yang saya masih pelajari agar bisa bersyukur dalam keadaan apapun.

Tanggal 22 Juli saya akan kembali ke sekolah. Semoga tak ada kesan buruk lagi, terutama bagi diri saya sendiri. 

Byee...

Saturday, June 15, 2013

YouthCampIB "Young and Locavore"

We're Young and Locavore


Sebelumnya, saya tak pernah menyangka bisa menjadi salah seorang peserta dalam kegiatan ini. Awalnya, saya tahu kegiatan ini dari "mention" di twitter oleh teman-teman YELS2013. Bermodalkan motivasi mencari pengalaman dan pengetahuan baru, H-beberapa jam penutupan pendaftaran ditutup saya baru mengirim CV, essay, dan foto. Beberapa hari kemudian berlalu. Tepatnya, tanggal 1 Juni saya baru buka email dan ada email masuk seperti ini:


Wah, rasanya senang banget. Pada saat itu, mungkin saya menjadi orang yang beruntung karena banyak teman-teman saya yang belum berkesempatan ikut kegiatan ini. Beruntungnya lagi, saya tak sendiri. Alhamdulillah ada anak UNJ juga yang lolos, bang Muhammad Handar. Akhirnya, saya dan bang Handar pun berencana untuk pergi bareng.

Jum'at, 7 Juni 2013. Ya, ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu. Hari dimana saya akan pergi untuk menambah wawasan serta pengalaman saya. Saya dan bang Handar pun pergi bersama dengan didampingi LO, sebut saja mba "Rera". Saya bersama peserta dari Jakarta lainnya kumpul di Pasar Rebo untuk berangkat bersama menuju lokasi, yakni D' Junggle Private Camp, Ciburial Bogor.

Akhirnya, sekitar pukul 13.30 kami semua sampai disana. Dan lihatlah lokasinya..
*suasana dalam kamar

Indah kan?? Pastinya gak bakal bisa nemu lokasi seperti itu di Jakarta. Ya, ini moment baik untuk melupakan kerasnya UAS yang dimulai tanggal 10 Juni 2013 *padahalbawamateriuas.. :p. 

Oh iya, acara YouthCampIB ini adalah kegiatan tahunan yang diadakan olah Indonesia Berseru dan VECO Indonesia yang dimulai sejak tahun 2008. Kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan yang concern membahas isu-isu pangan lokal.

Hari Pertama
Kegiatan pada hari ini dimulai pada pukul 16.00. Kegiatan dimulai dengan perkenalan, pembentukan kelompok sampai yel-yel. Untuk kelompok, saya tergabung dalam kelompok "arem-arem". Disinilah saya baru tahu makanan apa itu "arem-arem". Ternyata arem-arem itu merupakan salah-satu pangan lokal Indonesia sejenis dengan lemper atau lontong. Kelompok "arem-arem" sendiri terdiri dari saya (UNJ), Jenny (PNJ), Pita (HFHL Bali), Silvia(IPB) dan Agusti (YAPSI Solo). 
*kelompok arem-arem (Silvi, Jenny, Pita, Agusti, dan Saya)

Selanjutnya, pada malam harinya semua kelompok berdiskusi tentang bagaimana kondisi pangan lokal di Indonesia. Diskusi ini dipandu oleh Pak Tejo dan Mba Ida. Diskusi ini ternyata membuka mata dan pikiran saya bahwa Indonesia itu punya segala-galanya termasuk dibidang pangan. Indonesia kaya karena kita punya 77 jenis karbohidrat, 75 jenis minyak, 26 jenis kacang-kacangan, 389 jenis buah, 116 jenis rempah, 40 jenis bahan minuman. Tapi, sayang kita lupa bahkan tidak tahu akan kekayaan itu.  Disinilah kita harus mendukung dan bangga akan kekayaan pangan yang dimiliki oleh Indonesia. Namun semua itu masih menjadi bayang-bayang semu ketika melihat simpang siurnya kondisi negeri ini yang masih belum mampu berdiri mandiri. Kita kaya, tetapi kita masih saja kekurangan. Apa yang salah ?

Pola Konsumsi. Ya, pola konsumsi lah yang membuat kita masih saja kekurangan. Mindset yang terbangun pada masyarakat Indonesia saat ini adalah mengkonsumsi berdasrkan keinginan "WANT" bukan mengkonsumsi berdsarkan kebutuhan "NEED". Inilah yang salah. Kita masih bangga dengan produk luar dibandingkan dengan produk dalam. Mungkin melalui kegiatan ini, para pemuda dapat membantu membangun negeri ini agar tegak berdiri sendiri. Inilah saatnya kita bercermin dan merubah itu semua, apakah saya seperti itu?

Yang paling mengagetkan adalah tempe dan tahu yang kita makan dan menjadi pangan lokal itu tak seutuhnya 'lokal'. Kenapa? Faktanya lebih dari 50% kedelai yang digunakan untuk membuat tempe dan tahu adalah import dari negara lain. Bagaimana bisa? Hal ini terjadi karena kurangnya lahan dan kesulitan menanam yang dihadapi oleh petani kedelai lokal. Selain itu, kedelai 'sisa' yang diimport dari negara lain memilik harga jual yang jauh lebih murah dibandingkan dengan produk lokal. Hal tersebut tentunya menyebabkan kedelai lokal kalah saing dengan kedelai import dari sisi harga. Maklum, harga merupakan patokan seseorang dalam mengkonsumsi. Oleh karena itu, ada satu hal menarik yang disampaikan oleh Mba Ida tentang Smart Consument (Konsumsi yang Berkeadilan).

Selesai diskusi saatnya tidur dan diselimuti oleh dinginnya udara malam di Bogor.

Hari Kedua
Hari kedua mungkin hari terpadat dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Diskusi pertama mengenai "Communication" yang difasilitasi oleh Mba Emma Alliuddin dari majalah CHIC. Intinya, dalam berkomunikasi dibutuhkan 5 aspek yaitu who --> what --> whom -->> what channel --> what effect. Jika kelima aspek tersebut terpenuhi tentunya dengan mudah pesan dalam komunikasi itu pun akan mudah tersampaikan. Selain itu, dibutuhkan juga klik atau getaran dalam berkomunikasi. Untuk menimbulkan klik dan getaran tersebut ada beberapa cara:
1. Be Clear
2. Be Specific
3. Be Honest
4. Be an Example
5. Be Trustworthy
6. Be Passionate
7. Be Consistent

Diskusi selanjutnya adalah Media sosial. Diskusi kali ini difasilitasi oleh Mas Anton Muhajir. Beliau adalah salah seorang penggerak balebengong.net. Disini kita sharing tentang efektivitas dan peran media sosial dalam menyuarakan sesuatu seperti locavore. Ada beberapa hal penting yang harus jelas ketika menggunakan media sosial, yaitu:
1. Tujuan
2. Profil
3. Interaksi
4. Isi
5. Konsekuensi
6. Design
7. Endorser

Narasumber selanjutnya adalah Mas Rambo dari Sawit Watch. Dari diskusi ini, ternyata sawit kualitas tinggi di Indoensia lebih banyak di eksport ke negara lain dengan harga yang tidak lebih tinggi dengan olahan jadi sawit yang diimport ke Indonesia. Sayangnya, banyak hutan-hutan dikorbankan sebagai perampasan lahan yang kemudian dijadikan lahan untuk menanam sawit terutama di Kalimantan dan Sumatera. Selain itu, tingginya produksi sawit dengan kualitas baik di Indonesia faktanya sebagian besar dipegang oleh perusahaan asing. Itulah indonesia yang kaya namun tidak dapat mensejahterakan rakyatnya. 

Tiba saatnya diskusi kelompok. Diskusi kali ini menugaskan masing-masing kelompok untuk mencari tahu keadaan pangan lokal di daerah sekitar D'Jungle Camp dan strategi apa yang tepat digunakan untuk menyebarluaskan "locavore". Saat itulah kami tertarik untuk mewawancarai anak-anak dan ibu-ibu terkait pangan lokal Indonesia. 


Akhirnya, tiba sabtu malam. Materi selanjutnya mengenai fotography class. Hujan pun meramaikan dan menambah dingin suasana kali ini. Diskusi ini dipandu oleh seorang fotografer yaitu mas Des Syafrizal yang memberikan tips-tips dasar dalam mengabadikan moment-moment melalui sebuah foto dengan kamera saku. Banyak sekali cara untuk menyampaikan sebuah pesan, salah satunya adalah dengan foto. 

Dan yang terakhir, adalah materi yang disampaikan oleh Kang Ayip. Beliau agak telat karena baru saja pulang dari Kupang dan langsung ke Bogor. Super Sekali. Materi yang disampaikan mengenai Ramalan Swasembada 2014. Jujur pada materi ini saya sudah mulai mengantuk dan lelah. Intinya, pada tahun 2014 ada 5 jenis pangan yang akan direncanakan, yaitu daging, gula, beras, kedelai dan jagung. Semoga bisa terlaksana dan mensejahterakan negeri sendiri.

Acara selanjutnya adalah api unggun. Namun sayang dikarenakan hujan dan sudah larut malam akhirnya panitia memberikan kebebasan bagi peserta untuk boleh ikut atau tidak. Sebagian peserta ikut dan sebagiannya lagi istirahat. Saya sendiri ikut sampai 30 menit saja itupun cuma ikut-ikut foto saja hehe..

Selanjutnya, mimpi indah .. ZzzzZZzz

Hari Ketiga
Tiba juga akhirnya di hari terakhir dalam kegiatan ini. Setelah selesai sarapan, kami berdiskusi mengenai hasil wawancara yang telah kami lakukan sebelumnya. Setelah itu, masing-masing peserta dibagi menjadi beberapa region untuk berdiskusi lagi tentang follow up yang akan mendukung pangan lokal dan dilakukan pasca acara ini selesai. Banyak sekali ide-ide yang diperoleh dari diskusi ini. Semoga nantinya tidak hanya sekedar rencana tetapi dapat terlaksana dan berkelanjutan.

Tak terasa 3 hari begitu cepat berlalu, semoga ini dapat menjadi sebuah pengalaman, pengetahuan, dan awalan bagi saya dan umumnya bagi orang lain untuk selalu mendukung pangan lokal. Dimulai dari hal kecil, seperti mengurangi konsumsi mie instan yang notaben tepungnya merupakan tepung import, junk food, lebih mencintai produk tradisional lokal atau menghabiskan makanan..

Healty Locavore :D

Edisi Narsis:


 


Pages

Blogger templates

My Tweets

Twitter icon

Loading..

My Shoutbox

. . .

<a href=http://zawa.blogsome.com>Zawa Clocks</a>

The Visitor Number

Free Counters

It's About Me

My photo
Jakarta, Indonesia
A learner who is highly passionate in mathematics education, community development and eco-volunteerism

Followers