Sunday, June 8, 2014

Ketika Mimpi Itu Datang dan Berbicara

Apakah kalian memiliki mimpi?
Apa mimpi-mimpi yang ingin kalian capai?
Sudahkah kalian menulis mimpi-mimpi itu?

Memiliki banyak mimpi, itulah saya. Mimpi-mimpi yang mungkin dianggap orang sebagai sesuatu yang tak mungkin terjadi dalam hidup seorang anak kampung yang sederhana.

Memiliki tekad dan semangat yang tinggi, itulah saya. Seseorang yang haus akan pengalaman dan ingin keluar dari zona aman yang ada.

Memiliki banyak mimpi, bersiaplah untuk kegagalan juga. Karena tak semua yang kita impikan akan terjadi. Dan yakinlah apa yang terjadi adalah sesuatu yang terbaik bagi kita dan dibutuhkan juga.

Tahukah kalian akan kekuatan mimpi? Yaitu ketika mimpi-mimpi itu datang dan berbicara silih berganti.


Akhir tahun 2013, akhirnya saya beranikan diri untuk menuliskan semua impian dan harapan yang akan saya capai di tahun 2014. Sekitar 45 impian dan harapan pun telah saya tuliskan.

Beberapa impian dan harapan pun nyatanya tak kunjung terjadi. Kegagalan pun silih berganti datang. Dan yang bisa saya lakukan adalah tetap semangat, tetap berusaha, dan berdo’a.

Luar biasa. Hingga pada akhirnya, sebuah mimpi itu pun datang. Mimpi yang tak pernah saya duga sebelumnya yakni menjadi salah satu finalis Abang None Jakarta Barat. Mimpi sekaligus kado terindah di umur 21 tahun ini.

Bukanlah hal yang mudah untuk mewujudkan impian tersebut. Banyak hal yang sudah saya korbankan untuk mewujudkan impian tersebut, seperti tidak mengikuti tahap kedua seleksi pertukaran pemuda pada program Jakarta Sister City ke Berlin yang merupakan impian saya di tahun 2014 dan meninggalkan sesaat proposal skripsi.

Waktu, tenaga, dan materi pun telah saya korbankan demi mewujudkan impian itu. Mengikuti seleksi dan karantina selama 1 ½ bulan merupakan hal baru bagi hidup saya. Memang untuk meraih apa yang kita inginkan akan selalu ada pengorbanan yang harus dilakukan. Itulah faktanya.

Tapi saya senang, ternyata apa yang saya korbankan berbuah manis. Memiliki pengetahuan baru, pengalaman, dan teman baru merupakan suatu hal yang tak ternilai harganya.

Saya yakin, mungkin satu mimpi ini merupakan sebuah pintu utama untuk dapat memasuki pintu mimpi-mimpi lainnya. Yakinlah, Allah maha mengetahui apa yang kita butuhkan …

“tulislah semua mimpi-mimpimu yang berserakan, lalu wujudkan”
by: Abdul Hasan Al Asyari





Thursday, April 24, 2014

Sosok Perempuan Inspiratif di Tanah Betawi

Gambar: kampungbetawi.com
Mungkin tak banyak orang mengenal sosok perempuan ini. Ya, Hj. Halimah Aziz namanya. Dia dalah salah satu tokoh betawi yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pendidikan terutama dalam mempertahankan budaya Betawi. Perempuan ini lahir di Jakarta pada tanggal 7 Juli 1936. Dan sekarang beliau tinggal di Karang Asem, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Mungkin anda bertanya-tanya, siapa sebenarnya sosok perempuan ini? Dan apa kontribusinya di tanah Betawi? Dengan memiliki latar belakang pendidikan akhir S3 IKIP, beliau pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 7. Berbicara mengenai Betawi yang dinilai dipandang sebelah mata, menurut beliau hal tersebut bukanlah hal baru. Menurut beliau, keadaan sekarang dinilai lebih baik. Sedikit bercerita, sekitar tahun 1955 ketika beliau sekolah, orang Betawi bisa dibilang tak hanya terpinggirkan, akan tetapi juga diremehkan di kampungnya sendiri. Sebagai contoh, kesenian Betawi seperti Ondel-Ondel sering dijadikan bahan ejekan.
Berdasarkan pengalamannya itu, beliau sebagai anak Betawi merasa miris. Oleh karena itu, beliau selalu berusaha memberikan penjelasan mengenai budaya Betawi.  Sayangnya, tak  semua hal yang meremehkan martabat kebetawian hanya bisa diselesaikan dengan memberikan penjelasan saja. Melihat hal tersebut, beliau bersama kawan-kawannya merasa harus ada sesuatu yang mereka lakukan untuk mengangkat citra Betawi. Kenyataan itulah yang menjadikan mereka untuk membentuk sebuah organisasi demi bangkitnya suku Betawi.
Dengan background pendidikan yang dimilikinya, beliau bersama dengan kawan-kawannya membentuk Ikatan Pelajar Pemuda Djakarta, dan dia duduk sebagai pengurus. Melalui kegiatan ini beliau bersama kawan-kawannya memberikan pelajaran tambahan kepada anak-anak betawi, mulai dari bahasa asing hingga pengenalan seni, budaya serta  berbagai keterampilan. Hal tersebut ia lakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas diri pada anak Betawi, sehingga mereka bisa lebih percaya diri dan dihargai.
Tak hanya sampai situ, dedikasi Halimah untuk Betawi juga berlanjut dengan mendirikan organisasi Ikatan Keluarga Besar Anak Djakarta (IKB Anda) setelah ia menikah dengan H. Azis Dayfullah (Alm). Organisasi ini beliau bentuk bersama kawan-kawannya untuk  menggali lebih jauh tentang seni budaya Betawi yang mulai banyak ditinggalkan oleh masyarakat Betawi sendiri. Oleh karena itu, mulailah banyak dipelajari dan dikembangkan banyak hal, seperti adat istiadat, kuliner, hingga busana pengantin Betawi serta pernak-pernik budaya lainnya. Menurut beliau, Betawi boleh menjadi modern tetapi nilai-nilai aslinya tidak boleh ditinggalkan.
Pendidikan dan Organisasi merupakan dua hal yang tak dapat terpisahkan dalam kehidupan beliau. Menjadi seorang guru dan berorganisasi adalah tinta emas dalam hidupnya. Tahun 1987-1993, beliau menjadi Ketua II Persatuan Wanita Betawi (PWB), tahun 1992 sampai sekarang menjadi pengurus Yayasan Sirih Nanas, tahun 1996-2002 menjadi Bendahara Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), dna sejak tahun 2001 sampai sekarang beliau menjadi Ketua Umum IKB Anda.
Memperjuangkan dan mengangkat citra Betawi tidak harus selalu bersentuhan langsung dengan aktivitas berkesenian dan semacamnya. Itulah yang Halimah lakukan. Seperti prinsip grafik berbanding lurus, budaya itu akan terangkat jika kualitas diri para pelaku budayanya itu ditingkatkan juga. Oleh karena itu, melalui organisasinya beliau juga memberikan beasiswa khusus bagi anak-anak Betawi dari kalangan tidak mampu agar bisa mengenyam pendidikan selayakya. Itulah dedikasi beliau terhadap budaya Betawi, lalu apa yang dapat kita lakukan?
Melihat perkembangan budaya Betawi saat ini, beliau melihat masih banyak hal yang memerlukan pembinaan, agar semua kesempatan tidak terbuang dengan sia-sia. Sebagai contoh, banyak orang yang siap dengan jabatan apa saja tetapi orang tersebut tidak paham apa yang harus  dikerjakannya dalam kedudukannya itu. Itulah yang menyebabkan Halimah tidak pernah berpikir untuk begitu saja berhenti dari segala aktivitas keorganisasiannya.
Semoga sosok tersebut bisa memberikan kita inspirasi dan angin segar untuk dapat berkontribusi langsung dengan kapasitas masing-masing untuk mempertahakan budaya di Indonesia, salah satunya adalah budaya Betawi.

Referensi:
kampungbetawi.com


Murtado Macan Kemayoran

Gambar: www.behance.net

Pada zaman penjajahan Belanda, tinggalah seorang pemuda bernama Murtado di daerah Kemayoran. Ayahnya adalah mantan lurah di daerah tersebut. Murtado adalah anak yang baik dan suka menolong bagi siap saja yang membutuhkannya. Oleh karena itu, ia sangat disenangi oleh penduduk kampung. Selain itu, ia juga tekun menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan. Tak ketinggalan, ia juga mempelajari ilmu bela diri hingga ia menjadi jagoan yang rendah hati.
Pada saat itu, keadaan di Kemayoran tidak aman dan tentram. Seluruh penduduk dihantui dengan rasa ketakutan karena adanya gangguan-gangguan dari para jagoan yang berwatak jahat. Diperparah lagi adanya pungutan pajak yang ditarik oleh Belanda dan Cina yang sangat memberatkan. Padahal sebagian besar penduduk pada saat itu adalah petani miskin dan pedagang kecil-kecilan.
Sebenarnya daerah tersebut dipimpin oleh  orang pribumi yang bernama Bek Lihun dan mandor Bacan. Akan tetapi keduanya sudah menjadi kaki tangan Belanda yang kejam dan hanya mementingkan keuntungan pribadi saja.
Singkat cerita, pada saat itu di kampung Kemayoran diadakan derapan padi. Acara ini dapat terlaksana dengan syarat untuk setiap lima ikat padi yang dipotong empat ikat diantaranya harus diserahkan kepada kompeni yang diawasi langsung oleh Mandor Bacan.
Dalam upacara itu, munculah seorang gadis cantik yang ikut memotong padi. Murtado pun ikut disamping gadis tersebut. Ternyata mereka berdua sudah lama menjalin kasih. Tiba-tiba Mandor Bacan pun melihat gadis tersebut dan memperlakukannya kurang ajar. Niat Mandor Bacan pun digagalkan oleh Murtado sehingga terjadilah perkelahian antara Murtado dan Mandor Bacan. Dan akhirnya Mandor Bacan pun kalah dengan ilmu bela diri yang dimiliki Murtado.
Kekalahan Mandor Bacan tersebut rupanya menjadikan Bek Lihun marah besar. Berbagai upaya pun dilakukan Bek Lihun untuk membunuh Murtado. Namun semua upaya yang dilakukan oleh Bek Lihun ternyata sia-sia. Sampai akhirnya pada suatu hari Bek Lihun ingin mencelakai kekasih Murtado dan akhirnya Bek Lihun pun kalah hingga babak belur. Akhirnya Bek Lihun pun meminta ampun dan berjanji tidak akan melakukannya lagi. Setelah kejadian itu, Bek Lihun pun insyaf dan mulai menghargai Murtado.
Ketika itu beberapa gerombolan perampok dibawah pimpinan warsa mulai memberontak di kawasan Kemayoran. Setiap malam mereka merampas harta benda penduduk sekitar dan tak menutup kemungkinan untuk membunuh. Hal ini menjadikan Bek Lihun kewalahan. Akibatnya ia berkali-kali mendapat teguran dari kompeni karena tidak dapat menjaga keamanan di kampungnya sehingga pajak-pajak untuk kompeni tidak berjalan lancer.
Sampai akhirnya Bek Lihun meminta bantuan Murtado untuk membantunya menjaga keamanan penduduk sekitar saat itu. Murtado pun menyadari bahwa ia juga ikut bertanggungjawab atas keamanan kampung tersebut dan menyetujui permohonan Bek Lihun. Bersama dengan kedua orang temannya yang bernama Saomin dan Sarpin mereka dapat mengalahkan gerombolan pemberontak Warsa dan mengembalikan harta benada hasil rampok gerombolan tersebut kepada penduduk Kemayoran. Semua penduduk di daerah Kemayoran pun berterima kasih dan berhutang budi kepada Murtado.
Penguasa Belanda pun snagat menghargai jasa-jasa Murtado dalam melawan pemberontak tersebut. Mereka ingin Murtado diangkat sebagai bek di daerah Kemayoran. Akan tetapi dengan tegasnya Murtado menolak tawaran tersebut karena ia tidak ingin menjadi alat pemerintahan Belanda. Menurutnya, “lebih baik hidup sebagai rakyat biasa tetapi ikut menjaga keamanan rakyat”. Murtado pun aktif berjuang untuk membebaskan rakyat dari cengkraman penjajahan, penindasan, dan pemerasan. Karena keberanian yang dimilikinya, Murtado pun diberi julukan oleh warga sebagai “Macan Kemayoran”.

Referensi:

ceritarakyatnusantara.com 

Saturday, March 29, 2014

Secarik Memori SwitchCamp2014

Awalnya tak menyangka bisa terpilih menjadi salah-satu dari 100 pemuda seluruh Indonesia dalam acara SwitchCamp yang diadakan oleh 350Indonesia. Ya, saya memang tertarik untuk belajar mengenai lingkungan atau perubahan iklim walau background pendidikan yang saya miliki adalah Mathematics Education. Setelah dinyatakan lolos oleh panitia, saya sempat ragu untuk mengikuti acara ini atau tidak dikarenakan sampai sekarang proposal skripsi saya tak kunjung selesai *curhat sedikit haha...

Akhirnya setelah mendapatkan dukungan dari teman-teman kampus saya pun memilih ikut acara ini. Alasannya sederhana, saya mau belajar dari orang-orang yang kompeten dibidang lingkungan untuk menambah pengalaman saya tentunya. Selain itu, saya juga ingin mengenal, belajar, dan berbagi dengan peserta lain yang sangat menginspirasi saya. "Karena belajar tak hanya ada di dalam kelas."

Ya, akhirnya saya pun berangkat ke Jogja bersama Ipul (UNISMA, MC keren sekaligus yang pegang Muara Gembong nih) sama Nada (UNJ, cewe yang keren dengan aktivitas hijaunya di kampus). Ini mungkin ketiga kalinya ketemu sama si Ipul, setelah sebelumnya bertemu di event lain. Dan ini pertama kalinya kenal Nada, yang satu almamater dengan saya. Sungguh, mereka berdua sangat menginspirasi saya dengan aktivitas mereka yang peduli dengan lingkungan.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 jam, akhirnya sampai juga di Jogja. Ternyata kami datang di kloter pertama. Di ruang tunggu Stasiun Tugu tepatnya kita berkenalan dengan peserta lain yang telah datang juga. Sampai akhirnya, tiba di tempat acara. Tempat yang begitu indah bagi saya. Sepertinya tak ada tempat seperti ini di Jakarta. Setelah registrasi, kami pun bergegas mencari kamar masing-masing. Karena bingung dengan lokasi kamar, akhirnya peserta cowok kloter pertama singgah terlebih dahulu di tempat makan.

Inilah yang ditunggu-tunggu ,,, Makaaaan (ada lele goreng, urab, sambel, semangka, Mantaff) Haha... Mulailah disini kita berbagi sedikit tentang kesibukan di kampus maupun di luar kampus. Setelah bertanya, akhirnya kita menemukan kamar masing-masing. Dan istirahat sambil menunggu peserta yang lain tiba...

Sampai akhirnya malam pun tiba dengan sendirinya. Ternyata di kamar Rajawali 1 sudah ada 6 orang peserta termasuk saya. Ada Nuzul, Gilang, Andri, Eli, dan Fahmi. Perbincangan malam pun tak jauh dari sharing-sharing kondisi kampus dan perkuliahan. Disini saya mendapatkan teman-teman baru yang sangat asik dari berbagai background pendidikan yang berbeda.

Singkatnya, selama beberapa hari mengikuti switchcamp saya mendapatkan keluarga baru yang memiliki satu tujuan yang sama untuk bumi yang lebih hijau. Disini saya belajar mengenai kondisi lingkungan di dunia saat ini serta kondisi lingkungan dari daerah masing-masing. Disini juga kita bekerjasama untuk membuat action plan sebagai salah satu solusi untuk permasalahan di sekitar lingkungan, seperti masalah pengalihan lahan hutan untuk lahan pemukiman di daerah Bandung. Semoga pasca acara ini kita semua dapat berkolaborasi bersama untuk membuat aksi-aksi kreatif selanjutnya... *Planning ke depan saya dan Nada rencananya ingin memanfaatkan kertas-kertas yang berserakan di kampus untuk di daur ulang dan dibuat menjadi buku #savepaper

Dan yang paling seru dari acara ini adalah adanya beberapa track yang difokuskan untuk masing-masing peserta. Dan saya pun memilih track 'Artivism'. Di track ini saya belajar banyak sekali dari mba Nova, mba Fitri, Mas Sigit dkk yang dengan sabar dan semangatnya berbagi dengan kami semua. Yang paling terlihat saya belajar seni cukil dan stensil yang dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan media kampanye lingkungan.

Terima Kasih untuk semua panitia yang telah membuat acara ini keren. Terim kasih untuk teman-teman, mentor masing-masing track, pengisi materi dan panitia (lagi) yang memberikan banyak inspirasi bagi saya. Mohon maaf juga bila ada kesalahan yang saya perbuat baik yang disengaja maupun tidak. Mungkin tulisan ini tidak bisa menggambarkan semua memori yang ada diingatan ini .. *asiiiiik :D

*cukil

Upload foto menyusul ......

Tuesday, March 11, 2014

Masalah Sampah Tak Menyadarkan Penghuni Jakarta Juga

Jakarta Ku Sayang, Jakarta Ku Malang …

Jakarta sebuah kata yang memiliki sihir bagi sebagian orang. Jakarta merupakan sebuah kota besar sekaligus menjadi Ibu Kota dari bangsa ini. Dengan memiliki daya tarik yang tinggi, Jakarta mampu menjadi pusat pemerintahan bahkan sumber ‘perekonomian’ sehingga banyak mendatangkan masyarakat dari luar Jakarta untuk mengadu nasib di Jakarta. Berbagai permasalahan pun muncul di kota ini. Mulai dari sektor pendidikan, kesejahteraan, perekonomian dan juga permasalahan lingkungan. Berbicara mengenai permasalahan lingkungan di Jakarta sudah teramat kompleks. Kepadatan penduduk di Jakarta berbanding lurus dengan tingkat konsumsi yang berimas langsung dengan meningkatnya volume sampah yang dihasilkan dari tingkat konsumsi tersebut.
Tak dapat dipungkiri, ketika kita menelusuri jalanan di Jakarta dengan mudahnya kita akan menemukan sampah yang tergeletak manis begitu saja. Jakartaku kini tak seindah dulu. Menurut Kepala Suku Dinas Kebersihan DKI,Eko Bharuna tiap harinya Jakarta menyumbang 6.500 ton sampah dan naik 5 persen setiap tahunnya. Sampah tersebut dihasilkan oleh penduduk Jakarta yang mencapai 10 juta orang. Angka 10 juta tersebut tidak termasuk 2,5 juta warga yang biasa kerja di Jakarta pada siang hari.
Produksi sampah sekarang ini sebanding dengan 28.000 m3. Bila volume ini dibayangkan dengan perbandingan luas lapangan bola (105 m x 70 m) dengan tinggi 1 m, maka perhari luas sampah di DKI Jakarta hampir 4 kali lapangan bola tersebut untuk perhari atau bisa disamakan dengan setengah volume candi Borobudur yang volumenya mencapaai 50.000 m3 per hari. Dapatkah kita bayangkan, seperti apa volume sampah per minggu, perbulan, dan pertahun?
Meningkatnya volume sampah di Jakarta menjadikan Jakarta kotor dan menimbulkan pencemaran. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mencintai lingkungan menjadi point utama dalam permasalahan sampah di Jakarta. Banyak orang yang tidak merasa malu jika membuang sampah sembarangan. Bahkan dengan rasa tak bersalah, banyak orang yang membuang tissu, botol air mineral, bungkus permen di berbagai tempat umum seperti halte dan lain sebagainya. Parahnya, masalah sampah seolah bukan menjadi tanggung jawab manusia. Manusia dengan senangnya memikirkan kepuasan diri sendiri tanpa memikirkan keberlanjutan alam ini. Sebagai contoh, pada acara Jakarta Night Festival tahun 2012. Acara tersebut menghasilkan 600 ton sampah atau sekitar 10 persen dari sampah yang dihasilkan seluruh wilayah DKI Jakarta dalam sehari. Jumlah tersebut terbilang fantastis karena sekitar satu juta warga yang datang dari Jakarta dan sekitarnya hanya memenuhi kawasan Senayan – Medan Merdeka Barat dan hanya berlangsung dalam waktu 5 jam saja, yakni pukul 21.00 - 02.00 wib. Oleh karena itu, sangat penting jika pendidikan di Indonesia juga menerapkan pendidikan lingkungan hidup agar masyarakatnya juga mengerti akan pentingnya menjaga lingkungan.
Selain itu, penyebab lain dari penumpukan sampah di Jakarta adalah kurangnya fasilitas tong sampah, truk sampah, tukang angkut sampah dan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Dapat kita lihat, diberbagai daerah sebagai contoh di Jakarta Barat sangat terlihat kurang sekali fasilitas tong sampah untuk menampung sampah rumah tangga. Akibatnya, tak sedikit masyarakat yang dengan mudahnya membuang sampah ke kali yang berada di dekat tempat tinggal mereka. Saat ini Dinas Kebersihan DKI memiliki:
1.      797 unit truk sampah, di mana 46% rusak atau tidak layak jalan serta hanya mampu mengirim sampah satu rit per hari.
2.      Pegawai DKI yang mengurus lingkungan hanya 80 ribu.
3.      Satu-satunya TPA di DKI Jakarta hanya Bantar Gebang yang beroprasi sejak tahun 1989 dengan luas 108 hektar dan didesain untuk menampung 19 juta m3 dan sekarang sudah terisi 9 juta m3.
4.      Lokasi penampungan sampah sementara sekarang ditentukan oleh masyarakat dan difasilitasi lurah camat setempat.

Melihat kondisi diatas, kecamatan dan kelurahan memegang peranan penting dalam permasalahan sampah. Tukang angkut sampah belum menjadi bagian dari pengelolaan pemerintah kota tetapi masih menjadi tanggung jawab masyarakat demikian juga dengan tempat pembuangan sampah sementara yabng ditentukan oleh kelurahan.

Berdasarkan pengalaman hidup di Jakarta, penarikan retribusi sampah ke masyarakat sekitar tidaklah mudah. Banyak masyarakat yang masih enggan dan sulit untuk membayar retribusi tersebut. Kondisi ini justru terbalik dengan Jerman. Di Jerman, tukang angkut sampah menjadi bagian dari pengelolaan sampah pemerintah kota sehingga masyarakat pun akan patuh dan terikat dengan peraturan yang berlaku.
Penyebab lainnya adalah kurang tegasnya pemerintah dalam menjalankan peraturan yang telah ditetapkan. Terutama mengenai peraturan kebersihan di DKI Jakarta. Sebagai contoh, Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang pengolaan sampah yang telah di sahkan pada Mei 2013 laulu di DPRD DKI memuat sanksi pada pelanggar dari masyarakat dan perusahaan. Guberbur DKI juga mendenda warganya yang membuang sampah sembarangan maksimal Rp. 500 ribu.
Pada pasal 126 di Perda itu juga membahan mengenai larangan membuang sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada jam 06.00-21.00 wib. Masyarakat juga dilarang keras membuang sampah di lokasi tertentu seperti sungai/kali, kanal, waduk, situ dan saluran air limbah, jalan, taman serta tempat umum.
Lain hal pada Pasal 127. Pasal ini membahas tentang sanksi soal masyarakat yang sengaja tidak melakukan pemilihan sampah. Sanksinya adalah sanksi administratif dari RW setempat. Bagi pihak pengelola kawasan pemukiman, komersil, industri dan kawasan khusus akan dikenakan sanksi Rp 10-15 juta jika tidak menyediakan fasilitas pengelolaan sampah. Pengelola fasilitas sosial dan fasilitas umum akan diganjar dengan denda Rp 1-5 juta. Bagi pelanggar yang sengaja membuang sampah ke sungai, waduk, situ, saluran air limbah, di jalan, taman atau tempat umum lainnya, maka akan dikenakan denda Rp 500 ribu. Sedangkan pengelola pusat belanja akan dikenakan denda Rp 5-25 juta jika tidak menggunakan kantong plastik ramah lingkungan.
Peraturan telah dibuat. Kini saatnya untuk pemerintah tegas dalam menjalankan peraturan tersebut. Jangan sampai peraturan dibuat hanya sebagai pajangan tertulis. Andai saja peraturan ini diterapkan, permasalahan sampah akan sedikit berkurang karena sistem yang berlaku dan memaksa manusia untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Permasalahan sampah di DKI Jakarta merupakan sebuah permasalahan yang bercabang. Artinya permasalahan sampah ini dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan lainnya. Salah satunya adalah banjir. Sepertinya musim banjir tak lagi berlaku di Jakarta. Banjir dapat datang dengan sesuka hati jika curah hujan yang sangat tinggi di ibu kota. Walaupun permasalahan sampah bukanlah penyebab utama dari banjir, selain tata kota yang tidak mendukung, letak geografis Jakarta yang tidak menguntungkan serta curah hujan yang begitu tinggi, sampah menjadi faktor yang dapat memperparah banjir di Jakarta. Sampah dapat  menutup saluran air, kali/sungai dan pintu air yang mengakibatkan air meluap.

Sebagai contoh di lingkungan kampus tercinta saya mengenyam pendidikan. Kampus A Universitas Negeri Jakarta. Beberapa tahun belakangan ini, kampus ini juga terkena imbas banjir. Padahal saat awal saya masuk kuliah, tidak pernah kebanjiran. Hal ini disebabkan kurangnya lubang saluran air, kondisi got yang kecil, juga dataran kampus yang rendah. Ini tentunya menjadi tanggung jawab semua warga kampus, salah satunya adalah menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Jika dilihat, masih banyak warga kampus yang masih kurang peduli dengan lingkungan.
Sungguh sangat menjadi sebuah ironi bahwa musibah, kerusakan nyatanya tak dapat menyadarkan penghuni Jakarta. Lalu, apa yang dapat kita lakukan? Haruskah kita menunggu Jakarta tenggelam dengan banjir? Haruskan kita menunggu Jakarta tenggelam dengan lautan sampah? Jawabannya adalah Jakarta butuh kita semua, dan kita semua butuh Jakarta ... Sadarkah kita?

Referensi:

Produk Sampah

Salam Lestari :D
Siapa bilang sampah tak berguna?
Mungkin bagi sebagian orang sampah adalah barang tak berguna dan menjijikan. Eittts tunggu dulu. dengan bermodalkan kreativitas kita dapat mengubah sampah disekitar kita menjadi produk kreatif dan memiliki nilai jual. Cobalah lihat sekeliling Anda, mungkin anda menemukan inspirasi untuk membuat sesuatu. Kali ini saya akan berbagi mengenai beberapa produk yang telah saya eksplorasi bebahan dasar barang bekas dan sampah. Check this out!!!

Karya pertama, membuat tempat pensil dari botol plastik bekas dan kain perca. Ide ini muncul dari sekitar lingkungan kampus. Saya melihat banyak sekali botol plastik air mineral yang tergeletak begitu saja tanpa dimanfaatkan. Saat itu juga saya browsing, dan mendapatkan sebuah ide untuk membuat tempat pensil dari botol plastik air mineral ini. Dan inilah hasilnya ...

Karya selanjutnya adalah dengan memanfaatkan limbah kulit petai cina untuk membuat hiasan pada frame dan note. Dan inilah hasilnya :


Lumayan untuk mengisi waktu luang sekaligus ikut mendukung gerakan daur ulang sampah. Tunggu karya-karya selanjutnya :)

Wednesday, January 1, 2014

Green Resolution in 2014

1 Januari 2014 ...

Assalamu'alaykum 2014
Huuuuuuuaaaaaaaa...
Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas segala nikmat yang telah Engkau berikan hingga saat ini. Segala nikmat telah Engkau berikan dengan cuma-cuma hingga hambaMu ini masih bisa bernafas serta melihat keindahan ciptaanMu.

Akhirnya tiba juga di 2014. Tentunya tahun ini harus lebih baik, penuh pencapaian, lebih istimewa dari tahun-tahun sebelumnya. Banyak banget target dan impian yang udah gue 'ketik' untuk gue tempel di kamar nantinya. Berbicara mengenai resolusi, tahun 2014 gue pengen punya bisnis tapi dibidang lingkungan, atau biasa disebut '"GreenPreneur". Alasannya sangat sederhana, karena gue memang tertarik di dunia wirausaha dan lingkungan. Oleh karena itu, gue ingin mengkolaborasikan keduanya menjadi suatu hal yang gue senangi juga. 

Awalnya, gue pengen punya usaha yang namanya "Pondok Kertas". Pondok Kertas yaitu sebuah usaha yang di rintis dengan memanfaatkan sampah-sampah kertas yang ada di lingkungan sekitar kita untuk diolah menjadi barang baru yang punya nilai jual. Bermula gue melihat sangat banyak kertas-kertas yang tidak terpakai di lingkungan kampus gue, seperti kertas-kertas laporan, tugas dan lain sebagainya yang tergeletak dan terbuang begitu saja. Tapi, ide itu belum dapat gue realisasikan karena beberapa hal. Semoga bisa terealisasikan di tahun ini ... Aamiin

Hopefully, this year will be greener than before 
Yuk kita jaga Bumi sama-sama :)

Nah, Desember kemaren, gue mencoba untuk membuat beberapa barang hasil dari sampah nih..
Dan hasilnya adalah ... 


 *tempat pensil, frame, dan bross

 *tempat pensil dari botol plastik dan kain bekas

*tempat pensil lagi .. 


*aneka bros dari kain perca


Anda  tertarik?
Untuk harga: 
-Aneka Bross = 1500-3000/buah
-Tempat Pensil = 10.000-15.000/buah
-Frame = 12.000-50.000/ sesuai dengan model.
 Boleh kalau mau pesen bisa langsung kontak saya :
twitter: @abul_elasyari
fb: Abul Hasan Al Asyari

Tuesday, December 31, 2013

Good Bye 2013, and Assalamu'alaykum 2014

Selasa, 31 Desember 2013
Pukul 19.20 WIB

Seperti dipenghujung akhir tahun yang lalu, biasanya gue hanya berkumpul dengan keluarga di rumah. Bedanya tahun ini, abang gue membuat acara keluarga besar dengan membeli ayam bakar untuk di santap bersama. Di tengah kemeriahan malam ini, gue menyempatkan diri untuk merefleksikan segala hal yang telah gue lakukan dan gue raih di tahun 2013.

Tahun 2013 itu tahun penuh pencapaian bagi gue. Tahun dimana gue bisa melihat mahasiswa dari universitas lain yang sangat menginspirasi bagi gue. Di tahun ini juga, gue mulai mengenal dunia luar, keluar dari zona aman gue sebagai mahasiswa yang pada awalnya hanya berorientasi pada sisi akademik saya. Beberapa pencapaian di tahun 2013 ini membuka kunci gue untuk menjadi peserta dan delegasi dalam beberapa acara nasional. Bukan perkara yang mudah memang. Setelah sebelumnya gue sering gagal beberapa kali untuk ikut di acara-acara nasional. "Satu pintu telah terbuka, maka pintu-pintu yang lain akan terbuka.. Insya Allah".

Syukur, Alhamdulillah atas segala kesempatan yang telah Allah berikan. Kesempatan yang sangat berharga untuk menambah pengalaman, wawasan serta teman-teman dan keluarga baru dari seluruh Indonesia. Banyak sekali yang gue rasakan. Disini gue belajar, bahwa menjadi mahasiswa tak hanya sekedar kuliah. Disini juga gue sadar sejauh mana kemampuan gue jika dibandingkan dengan mahasiswa-mahasiswa lain. Sangat senang di tahun 2013 ini,,,,

Tahun 2013 itu .....
- Menjadi peserta dalam beberapa acara nasional, seperti: Youth Environmental Leader Summit, Youth Camp Indonesia Berseru, Youth for Climate Camp, dan Indonesia Entrepreneur Camp.
- Untuk pertama kalinya gue Pergi ke Surabaya untuk menghadiri acara YELS dengan naik kereta dan menghabiskan waktu sekitar 14 jam.
- Untuk pertama kalinya juga gue ikut serta menanam mangrove di Pantai Kenjeran.
- Untuk pertama kalinya juga makan Pentol (mirip cilok), cemilan khas Surabaya.
- Untuk pertama kalinya juga, selama gue kuliah merasakan kemacetan luar biasa sehingga gue sampai rumah jam 1 pagi.
- Untuk pertama kalinya, gue menjadi guru dalam rangka praktek PPL di sekolah dan bertemu dengan anak-anak yang seru dan luar biasa.
- Untuk pertama kalinya gue ikut mengkampanyekan hari pangan sedunia di Bundaran HI.
- Untuk pertama kalinya juga gue pergi ke Malang dan menghabiskan waktu 18 di dalam kereta.
- Untuk pertama kalinya juga gue ke ITS dan UniBraw.
- Untuk pertama kalinya juga gue ikut seleksi Youth Exchange Program dan gagal pergi ke Seoul nya.
- Untuk pertama kalinya gue nyanyi di depan umum, dan interview dengan bahasa Inggris, haha
- dan masih banyak lagi ,,, Haha

Di penghujung tahun ini, banyak hal yang ingin gue tingkatkan. Masih banyak hal yang ingin gue gapai. Walau beberapa impian gue telah tercapai di 2013 tetapi masih banyak juga kegagalan yang  gue alami, masih banyak impian gue yang masih disimpan oleh Allah. Kini, gue sudah menuliskan beberapa impian-impian gue di tahun mendatang yakni 2014 yang akan lebih berwarna. Semoga Allah senantiasa memudahkan kita dalam menggapai impian kita ,, Hamasah ^^



Monday, December 16, 2013

One of Unforgettable Moments in This Year

Senin, 16 Desember 2013


Mungkin ini adalah sebuah hadiah dari Allah kepada saya di tahun ini. Bertemu dengan anak-anak yang memiliki karakter unik, dan memiliki talent yang luar biasa.

Semester 7 merupaka semester yang bisa dikatakan 'padat' dibandingkan dengan semester sebelumnya. Padahal semester 7 ini saya hanya mengambil kuliah 10 sks saja. Logikanya waktu saya banyak yang luang. Tapi faktanya tidak demikian. Sedikit curhat, semester ini saya harus bisa menentukan prioritas juga mampu membagi waktu. Mungkin yang lain pun merasakan hal yang sama. Semester ini saya dihadapkan dengan satu mata kuliah pilihan, satu mata kuliah mengulang, SPS (Seminar Pra Skripsi) dan PKM (Praktek Keterampilan Mengajar) (re: dulu bernama PPL) di sekolah.

Pertempuran pun dimulai. Semester ini yang sangat menguras hati adalah mata kuliah SPS dan PKM. Di satu sisi saya harus mengajar di sekolah selama dua hari, dan di satu sisi saya harus mengejar proposal skripsi saya. Di mata kuliah PKM ini saya sekelompok dengan teman-teman yang kece, sebut saja Dedy, Inez, Nanda dan Rinanti. Ya, saya bersatu menjadi sebuah kelompok dengan mereka karena domisili tempat tinggal saya pencilan sendir di Jakarta Barat. Akhirnya saya pun ikut bergabung dengan kelompok anak-anak Jakarta Selatan yang saya pikir lebih dekat dari Jakarta Barat. 

Sungguh beruntung mungkin kelompok kami. Diantara kelompok PKM yang ada di kelas, hanya kelompok kami yang bisa PKM di SMA yang lainnya di SMP. Sampai akhirnya, kelompok kami mendapatkan tempat PKM yang beralamat di Jl. Salemba No. 18 yaitu SMA N 68 Jakarta. Seminggu pertama kami melakukan observasi di sekolah. Singkatnya, saya mendapat kelas XI IPA 3 sebagai kelas yang saya ajar dalam PKM ini.

Saya ingat, pertama kali masuk kelas ketika pesantren kilat pada bulan puasa. Ketika itu saya diminta untuk menyampaikan materi yang diberikan oleh panitia. Saya belum bisa mengenal mereka semua dikarenakan hanya sedikit yang masuk, itupun sudah digabung dengan kelas lainnya.

Sampai tiba waktunya, saya pun masuk ke kelas XI IPA 3 ditemani dengan guru pamong saya, Bu Nagiah. Ya seperti kebanyakan orang ketika memasuki lingkungan baru masih sangat kaku belum membaur dengan lingkungan tersebut. Ketika itu saya belum mengajar melainkan melihat kondisi kelas dan guru pamong yang sedang mengajar. And this is my turn. Waktunya saya untuk praktek mengajar di kelas pertama kalinya. Satu hal yang saya dapat, mengajar di kelas sangatlah berbeda ketika kita mengajar di lembaga bimbel ataupun privat. Kita dihadapkan dengan puluhan siswa yang bermacam-macam.

PKM ini merupakan sebuah proses. Masih sangat banyak kekurangan dalam mengajar saya. Baik dari segi materi dan pengelolaan kelas. Agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik tentunya kita harus bisa mengenal siswa-siswanya satu sama lain. Disinilah saya bisa mengenal 36 anak-anak yang luar biasa. Selain mengajar di XI IPA 3 saya juga diminta oleh pamong mengisi di XI IPA 2 dan XI IPA 4. Namun karena perubahan jadwal sekolah yang beberapa kali berganti akhirnya kelas yang saya pegang adalah XI IPA 3 dan XI IPA 4.

XI IPA 3 dan XI IPA 4 adalah dua kelas yang istimewa. Banyak karakter dan keunikan yang ada di dalam kelas tersebut. Saya sudah berusaha memberikan yang terbaik dalam PKM ini. Tentunya masih banyak kekurangan ketika saya mengajar. Saya yakin suatu nanti kalian semua akan menjadi anak-anak yang sukses. Terus belajar dan raihlah impian kalian.

Ada sedikit warna tambahan dalam PKM kali ini bagi saya. Itu semua karena soundcloud saya. Jika saya ingat-ingat tentunya akan membuat saya tertawa sendiri dengan kejadian-kejadian yang melibatkan account soundcloud saya. Entah kenapa account soundcloud saya bisa ketahuan.

PKM bukan hanya sekedar silabus, RPP, PPT, Analisis SK KD, dan Program Semester dan Tahunan. Akan tetapi PKM memberikan secercah warna baru bagi hidup saya. Bisa mengenal, mengajar, dan kadang tertawa dan bercanda bersama kalian semua. Dan tentunya menjadi pengalaman yang tak dapat dilupakan.

Tidak cukup kiranya menulis semua kenangan yang ada selama kurang lebih 5 bulan. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan yang telah saya perbuat selama ini. Semoga kalian dimudahkan dalam menuntut ilmu. Terima kasih untuk segalanya. Sukses untuk kalian semua ya ...

Kesan dan Pesan dari salah seorang anak XI IPA 3:
Kak abul itu ..
"Orangnya asik. Orang yang ngajar dengan ciri khas yang bisa dibilang lucu. Apalagi kalau menghadapi soal yang rumit. wkwk.. Guru yang mempunyai banyak kelebihan tetapi malu untuk menunjukkannya. Terima kasih ya ka sudah memberi inspirasi secara gak langsung dan terima kasih atas jasanya yang telah mengajar di XI IPA 3. Dan semoga ka Abul bisa ngebolang ke luar negeri. Aamiin .."

Jujur saya terharu bacanya, terima kasih ya ...

 *untuk mendapatkan foto ini harus nyanyi dulu -__-

 *kenang-kenangan dari Marsha.

*teman seperjuangan PKM





Saturday, December 7, 2013

Rekam Jejak "Indonesia Entrepreneur Camp 2013"

21 - 24 November 2013
Malang




"Tak ada hal yang sia-sia di dunia ini". Mungkin kata itu cukup mewakili apa yang saya alami. Semester lalu, saya mengambil mata kuliah Kewirausahaan sebagai mata kuliah pilihan bagi mahasiswa pendidikan matematika. Mengapa saya mengambil mata kuliah ini? Alasannya sederhana, karena saya mau punya usaha sendiri. Pada mata kuliah ini, setiap mahasiswa di wajibkan untuk membuat business plan. Akhirnya, ide pun datang kepada saya. Alhasil, saya membuat business plan yang berjudul " Cookies BeKen (Beras Kencur) Sebagai Alternatif Makanan Ringan yang Menyehatkan".


Business Plan ini membawa saya menjadi 10 besar pada kompetisi Entrepreneur Seminar and Competition yang diadakan oleh BEM FMIPA pada bulan Juli lalu. Tak hanya sampai itu, business plan ini juga menghantarkan saya menjadi peserta pada acara IEC 2013 ( Indonesia Entrepreneur Camp) yang diadakan oleh Universitas Brawijaya, Malang. Senang mendapat kabar bahwa saya dinyatakan lolos sebagai peserta acara nasional kali ini (walau tak lolos 10 besar).


Saya pun tak sendiri. Kali ini, ada tiga mahasiswa UNJ yang lolos juga. Saya perkenalkan yang pertama adalah Bang M. Handar FIS dan Indah Dwi Astuti FMIPA. Kami bertiga berencana untuk ikut acara ini bersama-sama. 



Tiket PP pun sudah ditangan. Namun, manusia hanya bisa berencana, tapi Allah lah yang menentukan segalanya. Akhirnya, H-1 dengan segala hambatan Bang M. Handar tidak bisa ikut karena dikejar deadline Seminar Pra Skripsi. Alhamdulillah, ditengah hiruk pikuknya semester 7 ini, saya masih bisa ikut acara nasional.


Tibalah saatnya, Rabu 20 November 2013 saya dan Indah bertemu di Stasiun Senen. Perjalanan Jakarta-Malang kali ini menghabiskan waktu sekitar 18 Jam. Perjalanan yang cukup melelahkan. Kami pun tiba di St. Kota Malang sekitar pukul 7.10, meleset beberapa menit jika dibandingkan dengan prediksi di tiket.

Tiba di stasiun, kami pun sudah ditunggu oleh LO dari pihak panitia. Sampai akhirnya kami tiba di Universitas Brawijaya, sebuah universitas yang megah, dan dalam masa pembangunan.
Acara pembukaan IEC pada hari ini akan di mulai jam 14.00. Sambil mengunggu peserta lainnya datang, kami semua dikumpulkan di gedung Widyaloka. Bingung. Itu adalah kata pertama saat itu. Event kali ini hanya beberapa orang saya yang saya kenal di event-event nasional yang telah saya ikuti. Ada mba Nabila (UNDIP) sudah 3x saya bertemu dengannya, ada mba Binta (UGM dan ternyata teman SD nya Indah) sudah 2x bertemu dengannya, sama hal nya dengan mas Estuadi (ITS). Sisanya merupakan wajah-wajah pemuda hebat yang baru saya lihat dari seluruh nusantara.

Indonesia Entrepreneur Camp 2013 " Pemuda Peduli, Indonesia Mandiri"

Itulah jargon dalam kegiatan kali ini. Jargon yang penuh dengan makna bagi bangsa Indonesia saat ini. Kepedulian pemudalah yang dapat membantu bangsa ini menjadi mandiri, salah satunya di bidang Kewirausahaan. Saat ini jumlah wirausaha di Indonesia hanya 570.339 orang atau 0,24% dari jumlah penduduk yang sebanyak 237,64 juta orang. Padahal untuk jadi bangsa maju, dibutuhkan wirausaha minimal 2% dari jumlah penduduk. Oleh karena itu, disinilah peran pemuda untuk menjadikan bangsa ini semakin maju dan mandiri.


Selama empat hari disana saya mendapatkan banyak motivasi, pengalaman, dan tentunya teman-teman baru. Walau banyak pembicara yang tak jadi mengisi di acara ini, untungnya panitia menyuguhkan pembicara yang luar biasa. Ada bang Jay Teroris, Mba Dewi Tanjung, Hamzah, mba Mike (Owner Burger Buto), Pak Unggul (Pemilik Republik Telo) dll yang memberikan semangat dan inspirasi. Intinya, untuk menjadi seorang entrepreneur kita harus mau rugi. Berani mengambil resiko adalah hal dasar bagi seorang entrepreneur. Berani gagal , penuh pengorbanan tentunya dan take action.

Dari pengalaman ini, saya mendapatkan banyak inspirasi. Tentunya membangkitkan semangat saya untuk memulai bisnis. 

 *kunjungan ke Republik Telo

 *Kunjungan Ke Agrowisata Batu Malang

 Pemaparan materi oleh Bpk. Unggul (Pemilik Republik Telo)

 My Roomate (Galih, gue, Wawan, Hamdi, Indra, Nanang)

 *narsis (lagi)

 *mba Mike (Owner Burger Buto,, burgernya enak lho)




Dokumentasi selengkapnya: Di sini

Pages

Blogger templates

My Tweets

Twitter icon

Loading..

My Shoutbox

. . .

<a href=http://zawa.blogsome.com>Zawa Clocks</a>

The Visitor Number

Free Counters

It's About Me

My photo
Jakarta, Indonesia
A learner who is highly passionate in mathematics education, community development and eco-volunteerism

Followers